Lokmin Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026 Puskesmas Kalibawang
- oleh puskesmas
- 26 Februari 2026 13:41:38
- 13 views
Rabu, 25 Februari 2026. Lokmin Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026 Puskesmas Kalibawang.
Lokakarya Mini Lintas Sektoral (Lokmin Linsek) Februari 2026 dilaksanakan sebagai forum koordinasi dan evaluasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat wilayah kerja Puskesmas Kalibawang.
Paparan Utama
Puskesmas menyampaikan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada berbagai kelompok sasaran, antara lain ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, usia produktif, lansia, serta pelayanan penyakit tidak menular dan menular. Ditemukan tren peningkatan kasus Hipertensi dan Diabetes Melitus, sementara capaian skrining kesehatan gratis (CKG) dan penemuan kasus tuberkulosis (TB) masih perlu ditingkatkan.
Permasalahan gizi masih menjadi perhatian utama, khususnya stunting balita yang pada tahun 2025 menunjukkan angka cukup tinggi di beberapa kalurahan. Selain itu, Anemia remaja, rendahnya kebugaran anak sekolah, serta meningkatnya penolakan Imunisasi juga menjadi tantangan yang perlu ditangani secara bersama.
Pada klaster IV yaitu yang meliputi Surveilans dan Kesehatan Lingkungan, kasus Demam Berdarah masih ditemukan dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang belum mencapai target. Terdapat pula kasus leptospirosis yang berujung kematian, sehingga kewaspadaan terhadap penyakit berbasis lingkungan perlu terus diperkuat. Pemeriksaan kualitas lingkungan menunjukkan masih adanya permasalahan pada pengelolaan limbah, sampah rumah tangga, serta kualitas air bersih.
Diskusi Lintas Sektor
Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan angka perceraian masih cukup tinggi, dengan faktor ekonomi sebagai penyebab dominan. Diperlukan kolaborasi antara puskesmas, kalurahan, KUA, pendidikan, dan sektor terkait untuk pencegahan stunting, pengendalian TB, peningkatan CKG, serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Beberapa usulan strategis antara lain:
1. Penguatan edukasi kesehatan melalui media video dan media sosial.
2. Optimalisasi peran kader, karang taruna, dan posyandu remaja.
3. Gerakan bersama kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.
4. Penyebarluasan informasi CKG dan TB secara masif
Pentingnya koordinasi lintas Kalurahan terkait dukungan anggaran penanganan Stunting, hal ini bertujuan untuk percepatan penurunan angka Stunting, dan penguatkan peran dari Lintas Sektor melalui kegiatan yang telah direncanakan, serta efisiensi anggaran agar tepat sasaran.
Kesimpulan,
Lokmin Linsek menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor. Fokus utama ke depan meliputi penurunan Stunting, peningkatan penemuan kasus TB, penguatan CKG, serta perbaikan kualitas lingkungan.
Media video dipilih sebagai sarana sosialisasi kesehatan yang paling efektif untuk disebarluaskan melalui jejaring kader dan masyarakat.


